Minggu, 24 Januari 2010

Bisa kah kita seperti tukang parkir???

Cerita ini saya dapatkan dari sepupu saya yang terkena tsunami di Aceh beberapa waktu lalu. Bencana itu betul-betul menjadi ujian baginya. Saat itu Ia harus kehilangan Ibunda, suami dan anak-anak. Sungguh suatu musibah yang tak khan sanggup kita untuk membayangkan jika hal tersebut terjadi pada kita.

Pada saat kejadian mbak Erna, demikian sepupu saya biasa dipanggil.., sedang berada di kantor yang cukup jauh dari rumah. Sementara suaminya langsung menjemput ibunda dan anak-anak untuk menyelamatkan diri...namun Allah berkehendak lain...mobil yang ditumpangi mereka akhirnya terjebak dalam dahsyatnya air bah yang datang.

Pada saat itu mbak Erna sangat terpukul.., rasanya tak henti-hentinya Ia berfikir mengapa Allah menimpakan ujian yang sangat berat ini. Upaya keluarga, sahabat dan rekan-rekan tak ada yang mampu menhibur hatinya. yang ada adalah kemarahan atas beratnya cobaan ini.

Hingga suatu hari salah satu pimpinan di mana Ia bekerja, memanggilnya untuk menghadap. Pada saat awal bertemu, pertanyaan pertama yang diajukan adalah," Ibu Erna, datang kesini tadi naik apa?. Dengan setengah bingung Mbak Erna pun menjawab. "Dengan mobil Pak... Kemudian pimpinan tersebut bertanya lagi ,"Terus mobilnya disimpan dimana?. Dengan kebingungan yang makin bertambah mbak Erna pun menjawab," Di tempat parkir Pak.... Setelah itu Bapak itu berkata, "Ooo begitu..., nanti kalau pulang naik apa??. Dengan sedikit kesal Mbak Erna pun menjawab."Dengan mobil khan Pak...Bapak itu tersenyum kemudian berkata. "Kalau Bu Erna mengambil mobil yang tadi di parkir, tukang parkirnya akan marah tidak??. "Tentu saja tidak Pak...khan itu mobil saya....

Bapak itu terdiam sejenak...sambil menatap mata saya dalam-dalam, kemudian beliau berkata." Kalau tukang parkir saya tidak marah saat kita mengambil mobilnya, kenapa kita harus marah saat Allah SWT mengambil keluarga kita??? Padahal jelas-jelas bahwa orangtua, suami dan anak-anak hanyalah titipan..semuanya milik Allah...Kalau memang Allah berkenan untuk mengambilnya kembali mengapa kita harus marah...bukankah harusnya kita bersyukur bahwa kita sempat mempunyai orangtua, suami dan anak-anak kita.....Bersikaplah seperti tukang parkir yang dengan rela menyerahkan sesuatu yang akan diambil oleh pemiliknya.....

Seperti ada sesuatu yang menghantam dadanya..mbak Erna pun tersentak..air mata pun dengan deras mengalir di pipinya....analog sederhana tersebut mampu membuatnya sadar bahwa semua kehendak Allah. Inilah saat Allah SWT ingin memanggil kembali apa yang dimilikiNya....

Ya Allah Ya Robb..berikanlah tempat yang mulia buat ibunda, suami dan anak-anak tercinta dari mbak Erna...dan berikanlah senantiasa ketabahan bagi yang ditinggalkannya...Amin Ya Robb...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar