Kenapa hati?? karena nggak tau kenapa saat ini hati saya lagi seneeeng banget......, kalau ditanya kenapa??? nggak bisa secara langsung dan jelas bisa menjawabnya. Saya jadi coba menganalisa...apa yang membuat hati saya senang?? dan kemudian saya coba flash back ke belakang...dan akhirnya saya menemukan jawabannya.
Ternyata, yang membuat saya senang, nggak ada kaitannya dengan uang dan segala hal yang terkait dengan materi... tapi yang paling berperan adalah atmosfer tempat kita berada. Saat suasana rumah....suasana kerja mendukung semua aktivitas kita....semua rasanya jadi lega n tenang. ....
Saat kita mempunyai satu visi yang sama-sama kita raih...saat rekan-rekan kerja mendukung untuk mencapainya.......semua nggak ada yang nggak mungkin, kita dapat menikmati mulai dari prosesnya...sampai kemudian mudah-mudahan Allah SWT memberikan kuasanya untuk memberikan hasil seperti yang kita inginkan...semoga.......
Thanks buat my family yang selalu men-support ku........makasih juga buat my bos yang senantiasa mempercayaiku n temen-temen kerja yang seia sekata dalam melaksanakan tugas ........Alhamdulillah
Minggu, 13 Juni 2010
Minggu, 24 Januari 2010
Bisa kah kita seperti tukang parkir???
Cerita ini saya dapatkan dari sepupu saya yang terkena tsunami di Aceh beberapa waktu lalu. Bencana itu betul-betul menjadi ujian baginya. Saat itu Ia harus kehilangan Ibunda, suami dan anak-anak. Sungguh suatu musibah yang tak khan sanggup kita untuk membayangkan jika hal tersebut terjadi pada kita.
Pada saat kejadian mbak Erna, demikian sepupu saya biasa dipanggil.., sedang berada di kantor yang cukup jauh dari rumah. Sementara suaminya langsung menjemput ibunda dan anak-anak untuk menyelamatkan diri...namun Allah berkehendak lain...mobil yang ditumpangi mereka akhirnya terjebak dalam dahsyatnya air bah yang datang.
Pada saat itu mbak Erna sangat terpukul.., rasanya tak henti-hentinya Ia berfikir mengapa Allah menimpakan ujian yang sangat berat ini. Upaya keluarga, sahabat dan rekan-rekan tak ada yang mampu menhibur hatinya. yang ada adalah kemarahan atas beratnya cobaan ini.
Hingga suatu hari salah satu pimpinan di mana Ia bekerja, memanggilnya untuk menghadap. Pada saat awal bertemu, pertanyaan pertama yang diajukan adalah," Ibu Erna, datang kesini tadi naik apa?. Dengan setengah bingung Mbak Erna pun menjawab. "Dengan mobil Pak... Kemudian pimpinan tersebut bertanya lagi ,"Terus mobilnya disimpan dimana?. Dengan kebingungan yang makin bertambah mbak Erna pun menjawab," Di tempat parkir Pak.... Setelah itu Bapak itu berkata, "Ooo begitu..., nanti kalau pulang naik apa??. Dengan sedikit kesal Mbak Erna pun menjawab."Dengan mobil khan Pak...Bapak itu tersenyum kemudian berkata. "Kalau Bu Erna mengambil mobil yang tadi di parkir, tukang parkirnya akan marah tidak??. "Tentu saja tidak Pak...khan itu mobil saya....
Bapak itu terdiam sejenak...sambil menatap mata saya dalam-dalam, kemudian beliau berkata." Kalau tukang parkir saya tidak marah saat kita mengambil mobilnya, kenapa kita harus marah saat Allah SWT mengambil keluarga kita??? Padahal jelas-jelas bahwa orangtua, suami dan anak-anak hanyalah titipan..semuanya milik Allah...Kalau memang Allah berkenan untuk mengambilnya kembali mengapa kita harus marah...bukankah harusnya kita bersyukur bahwa kita sempat mempunyai orangtua, suami dan anak-anak kita.....Bersikaplah seperti tukang parkir yang dengan rela menyerahkan sesuatu yang akan diambil oleh pemiliknya.....
Seperti ada sesuatu yang menghantam dadanya..mbak Erna pun tersentak..air mata pun dengan deras mengalir di pipinya....analog sederhana tersebut mampu membuatnya sadar bahwa semua kehendak Allah. Inilah saat Allah SWT ingin memanggil kembali apa yang dimilikiNya....
Ya Allah Ya Robb..berikanlah tempat yang mulia buat ibunda, suami dan anak-anak tercinta dari mbak Erna...dan berikanlah senantiasa ketabahan bagi yang ditinggalkannya...Amin Ya Robb...
Pada saat kejadian mbak Erna, demikian sepupu saya biasa dipanggil.., sedang berada di kantor yang cukup jauh dari rumah. Sementara suaminya langsung menjemput ibunda dan anak-anak untuk menyelamatkan diri...namun Allah berkehendak lain...mobil yang ditumpangi mereka akhirnya terjebak dalam dahsyatnya air bah yang datang.
Pada saat itu mbak Erna sangat terpukul.., rasanya tak henti-hentinya Ia berfikir mengapa Allah menimpakan ujian yang sangat berat ini. Upaya keluarga, sahabat dan rekan-rekan tak ada yang mampu menhibur hatinya. yang ada adalah kemarahan atas beratnya cobaan ini.
Hingga suatu hari salah satu pimpinan di mana Ia bekerja, memanggilnya untuk menghadap. Pada saat awal bertemu, pertanyaan pertama yang diajukan adalah," Ibu Erna, datang kesini tadi naik apa?. Dengan setengah bingung Mbak Erna pun menjawab. "Dengan mobil Pak... Kemudian pimpinan tersebut bertanya lagi ,"Terus mobilnya disimpan dimana?. Dengan kebingungan yang makin bertambah mbak Erna pun menjawab," Di tempat parkir Pak.... Setelah itu Bapak itu berkata, "Ooo begitu..., nanti kalau pulang naik apa??. Dengan sedikit kesal Mbak Erna pun menjawab."Dengan mobil khan Pak...Bapak itu tersenyum kemudian berkata. "Kalau Bu Erna mengambil mobil yang tadi di parkir, tukang parkirnya akan marah tidak??. "Tentu saja tidak Pak...khan itu mobil saya....
Bapak itu terdiam sejenak...sambil menatap mata saya dalam-dalam, kemudian beliau berkata." Kalau tukang parkir saya tidak marah saat kita mengambil mobilnya, kenapa kita harus marah saat Allah SWT mengambil keluarga kita??? Padahal jelas-jelas bahwa orangtua, suami dan anak-anak hanyalah titipan..semuanya milik Allah...Kalau memang Allah berkenan untuk mengambilnya kembali mengapa kita harus marah...bukankah harusnya kita bersyukur bahwa kita sempat mempunyai orangtua, suami dan anak-anak kita.....Bersikaplah seperti tukang parkir yang dengan rela menyerahkan sesuatu yang akan diambil oleh pemiliknya.....
Seperti ada sesuatu yang menghantam dadanya..mbak Erna pun tersentak..air mata pun dengan deras mengalir di pipinya....analog sederhana tersebut mampu membuatnya sadar bahwa semua kehendak Allah. Inilah saat Allah SWT ingin memanggil kembali apa yang dimilikiNya....
Ya Allah Ya Robb..berikanlah tempat yang mulia buat ibunda, suami dan anak-anak tercinta dari mbak Erna...dan berikanlah senantiasa ketabahan bagi yang ditinggalkannya...Amin Ya Robb...
Ketenangan diri....
Saat ini aku merenung...ku teringat peristiwa-peristiwa yang terjadi di hari lalu....suka...duka...tangis...tawa...semua dipergilirkan. Kita tak pernah tau apa yang akan terjadi kemudian. Masalah demi masalah datang, namun entah mengapa tak banyak yang sempat untuk merenungkan...ada apa dibalik masalah itu. Dalam hidup akan ada ujian, cobaan, peringatan yang diberikan Sang Maha Kuasa bagi kita....Tapi, pernahkah kita mensyukurinya..???
Yang ada malahan keluhan, tangisan bahkan umpatan yang tanpa sadar kita lontarkan..., padahal kalau kita telusuri pasti akan ada hikmah dibalik sesuatu yang kita hadapi....
Kita sering kali mendengar tentang orang yang stres, depresi, bahkan mengalami gangguan kejiwaan yang lebih parah karena menghadapi suatu masalah... Semakin hari dunia kita memang penuh dengan berbagai hal yang tidak sesuai dengan aturan-Nya, dan ini akan berdampak pada karakteristik dari penghuni-penghuni dunia itu sendiri. Dalam pergaulan pekerjaan, lingkungan sekolah, lingkungan rumah atau bahkan dalam keluarga kita sendiri kadang kita dihadapkan pada permasalahan yang datang dari orang lain. Allah SWT menciptakan manusia dengan berbagai karakter.. .dan tidak semuanya berkarakter baik. Pada saat ada permasalahan yang menyangkut orang lain kadang sering mengganggu pemikiran kita. Semua ucapan dan anggapan orang lain semua kita telan tanpa lebih dahulu kita cerna. Kita selalu berkeinginan agar semua orang menyukai kita...semua orang mendukung usulan kita....semua orang manut pada keputusan kita...namun kita lupa bahwa kita sendiri adalah seorang manusia yang penuh dengan kekurangan, kekhilafan dan kesalahan. Jadi pada saat ada orang yang menentang kita, kita jadi meradang dan berusaha membalas apa yang dilakukannya pada kita...and what next? hati kita jadi tenang kah? jawabannya adalah sama sekali tidak....., yang tersisa hanya kedengkian, kesakitan dan keresahan yang tak kunjung mereda...
Point yang saya ingin katakan adalah bahwa hanya dengan dekat dengan Allah kita dapat menghadapi apapun dengan sikap yang tenang...
Setiap apapun yang terjadi kita kembalikan pada Allah...saat ada yang mendzolimi kita...kita akan berfikir bahwa itu adalah skenario Allah yang menginginkan kita untuk dapat lebih bersabar...dan bahkan kita jadi mendoakan orang yang mendzolimi kita agar diberikan kesadaran...
Saat ada masalah kita akan terus berdoa pada Allah agar diberikan kekuatan dan diberikan jalan untuk mengatasi masalah itu....jadi tak ada waktu bagi kita untuk memikirkan hal-hal yang membuat kita jadi stres akan masalah tersebut.....
So....tetaplah berusaha untuk terus mendekatkan diri pada Allah SWT, agar hidup kita menjadi tenang......yakinlah bawa ketenangan hanya dan jika hanya kita dekat pada Allah SWT, Sang maha Kuasa, sang Maha Menentukan, sang Maha Mengampuni..... ( sungguh..., nasihat ini terutama saat ini saya tujukan pada diri saya sendiri agar dapat bisa konsisten pada apa yang telah saya yakini...... ). ya Allah janganlah Kau palingkan hati kami setelah Engkau beri kami petunjuk, peliharalah kami, sayangilah kami seperti Kau menyayangi orang-orang yang sholeh....amin Ya Robb.....
Yang ada malahan keluhan, tangisan bahkan umpatan yang tanpa sadar kita lontarkan..., padahal kalau kita telusuri pasti akan ada hikmah dibalik sesuatu yang kita hadapi....
Kita sering kali mendengar tentang orang yang stres, depresi, bahkan mengalami gangguan kejiwaan yang lebih parah karena menghadapi suatu masalah... Semakin hari dunia kita memang penuh dengan berbagai hal yang tidak sesuai dengan aturan-Nya, dan ini akan berdampak pada karakteristik dari penghuni-penghuni dunia itu sendiri. Dalam pergaulan pekerjaan, lingkungan sekolah, lingkungan rumah atau bahkan dalam keluarga kita sendiri kadang kita dihadapkan pada permasalahan yang datang dari orang lain. Allah SWT menciptakan manusia dengan berbagai karakter.. .dan tidak semuanya berkarakter baik. Pada saat ada permasalahan yang menyangkut orang lain kadang sering mengganggu pemikiran kita. Semua ucapan dan anggapan orang lain semua kita telan tanpa lebih dahulu kita cerna. Kita selalu berkeinginan agar semua orang menyukai kita...semua orang mendukung usulan kita....semua orang manut pada keputusan kita...namun kita lupa bahwa kita sendiri adalah seorang manusia yang penuh dengan kekurangan, kekhilafan dan kesalahan. Jadi pada saat ada orang yang menentang kita, kita jadi meradang dan berusaha membalas apa yang dilakukannya pada kita...and what next? hati kita jadi tenang kah? jawabannya adalah sama sekali tidak....., yang tersisa hanya kedengkian, kesakitan dan keresahan yang tak kunjung mereda...
Point yang saya ingin katakan adalah bahwa hanya dengan dekat dengan Allah kita dapat menghadapi apapun dengan sikap yang tenang...
Setiap apapun yang terjadi kita kembalikan pada Allah...saat ada yang mendzolimi kita...kita akan berfikir bahwa itu adalah skenario Allah yang menginginkan kita untuk dapat lebih bersabar...dan bahkan kita jadi mendoakan orang yang mendzolimi kita agar diberikan kesadaran...
Saat ada masalah kita akan terus berdoa pada Allah agar diberikan kekuatan dan diberikan jalan untuk mengatasi masalah itu....jadi tak ada waktu bagi kita untuk memikirkan hal-hal yang membuat kita jadi stres akan masalah tersebut.....
So....tetaplah berusaha untuk terus mendekatkan diri pada Allah SWT, agar hidup kita menjadi tenang......yakinlah bawa ketenangan hanya dan jika hanya kita dekat pada Allah SWT, Sang maha Kuasa, sang Maha Menentukan, sang Maha Mengampuni..... ( sungguh..., nasihat ini terutama saat ini saya tujukan pada diri saya sendiri agar dapat bisa konsisten pada apa yang telah saya yakini...... ). ya Allah janganlah Kau palingkan hati kami setelah Engkau beri kami petunjuk, peliharalah kami, sayangilah kami seperti Kau menyayangi orang-orang yang sholeh....amin Ya Robb.....
Langganan:
Postingan (Atom)