Salah satu problema bagi wanita bekerja adalah bagaimana sich ngatur waktu biar everybody happy??? Sering kali dalam satu waktu kita harus menyelesaikan beberapa permasalahan secara bersamaan. Maunya sich ngeliat senyum suami karena semua kewajiban terpenuhi dengan baik...pengennya sich ngeliat celoteh anak-anak yang senang karena semua aktivitasnya dapat kita temani....inginnya sich melaksanakan semua yang diinstruksikan pimpinan karena pekerjaan kita sesuai yang diharapkan...pengen banget nemenin orang tua check up ke dokter...tapiiiii.....mustahil rasanya melaksanakan semua keinginan tersebut secara bersamaan..... Akhirnya semua serba nggak jelas...bingung mana yang harus didahulukan...saking bingungnya...akhirnya cuma bisa ngerjain semuanya dengan setengah-setengah......
Saya jadi introspeksi diri..mungkin aktivitas saya yang harus dibatasi...tapi....how can???
Alhamdulillah Allah sudah menganugerahi saya seorang suami yang luar biasa sabar dan anak-anak yang penuh pengertian...... Tak banyak keluhan memang...namun dengan segala pengertian dan pemakluman tadi kadang membuat saya jadi feeling guilty....., pekerjaan juga sudah merupakan bagian dari hidup saya..terlebih dukungan penuh dari suami membuat saya lebih bersemangat. Aktivitas mengajar seminggu sekali sungguh sangat saya nikmati...rasanya bahagia banget bisa menyampaikan ilmu buat orang lain.... Kemudian keputusan bersama kami (saya dan suami) agar saya melanjutkan study juga sangat menyita waktu....(tidak ada acara keluarga untuk hari sabtu karena full day kuliah)...Trus mana yang harus saya batasi.....
Belum lagi kewajiban saya sebagai seorang anak, menantu, tetangga....Duuhhhh...semakin difikirin semakin ngerasa salah...akhirnya semua jadi harus maklum dengan kesibukan saya...
Can somebody help me????I wanna be a perfect one....and I'll do my best for all....
Senin, 28 Desember 2009
Sabtu, 26 Desember 2009
The true friendship is never ending
Bermula dari pertemanan, teman yang terjalin karena pekerjaan, sekolah, pengajian, seperjalanan atau apapun, yang pasti ada satu aktivitas yang membuat kita mempunyai satu tujuan yang sama.
Diantara pertemanan tadi terseleksilah kemudian beberapa sahabat....Tak banyak memang..karena ternyata tak mudah untuk mendapatkan seorang sahabat....
Sahabat tidak dapat kita ukur dari statusnya..., usianya, pendidikannya, penampilannya atau apapun yang terlihat tampak luarnya...Tak peduli dari mana pun dia datang..namun yang terlihat adalah ketulusan...tulus untuk saling berbagi.....
Sahabat adalah seseorang yang menemani kita tidak hanya saat senang...tapi juga saat kita merasa menjadi orang yang paling malang sedunia..., Seorang sahabat akan terlihat dari sorot matanya yang memancarkan empati saat kita sedang bermasalah..., seorang sahabat adalah yang mau berkorban saat kita betul-betul membutuhkan kehadirannya...., seorang sahabat tak khan segan-segan menegur kita apabila ada hal yang salah dalam hidup kita....
Pada para sahabat, kita tak segan-segan untuk mengambil resiko atas kebahagiaannya...pada para sahabat kita tak pernah kehabisan kata-kata untuk menghiburnya...dan pada para sahabat tak lupa kita panjatkan doa-doa untuk kebahagiannya...
Semoga persahabatan yang terjalin senantiasa didasarkan atas ridho Allah SWT...semoga kebahagiaan akan selalu menemani hari-hari kita dan semoga kita dapat kembali bertemu di surga-Nya, amin Ya Allah Ya Robbal Alamiin....
Thanks for being my true friendship....
Diantara pertemanan tadi terseleksilah kemudian beberapa sahabat....Tak banyak memang..karena ternyata tak mudah untuk mendapatkan seorang sahabat....
Sahabat tidak dapat kita ukur dari statusnya..., usianya, pendidikannya, penampilannya atau apapun yang terlihat tampak luarnya...Tak peduli dari mana pun dia datang..namun yang terlihat adalah ketulusan...tulus untuk saling berbagi.....
Sahabat adalah seseorang yang menemani kita tidak hanya saat senang...tapi juga saat kita merasa menjadi orang yang paling malang sedunia..., Seorang sahabat akan terlihat dari sorot matanya yang memancarkan empati saat kita sedang bermasalah..., seorang sahabat adalah yang mau berkorban saat kita betul-betul membutuhkan kehadirannya...., seorang sahabat tak khan segan-segan menegur kita apabila ada hal yang salah dalam hidup kita....
Pada para sahabat, kita tak segan-segan untuk mengambil resiko atas kebahagiaannya...pada para sahabat kita tak pernah kehabisan kata-kata untuk menghiburnya...dan pada para sahabat tak lupa kita panjatkan doa-doa untuk kebahagiannya...
Semoga persahabatan yang terjalin senantiasa didasarkan atas ridho Allah SWT...semoga kebahagiaan akan selalu menemani hari-hari kita dan semoga kita dapat kembali bertemu di surga-Nya, amin Ya Allah Ya Robbal Alamiin....
Thanks for being my true friendship....
Kamis, 17 Desember 2009
Ternyata...sabar itu tak ada batasnya..
Dalam banyak kesempatan, kita sering mendengar bahkan mengucapkan," Sabar itu kan ada batasnya..". Pertanyaannya adalah...siapa yang menetapkan batas, dan kalaupun ada batasnya, seberapa jauh batas sabar itu..??? Saya sendiri tak bisa menjawab pertanyaan tersebut...atau jangan-jangan kalimat tersebut hanya merupakan pembenaran dari suatu ketidak sabaran atau bahkan merupakan pemakluman dari suatu kesalahan...
Sebelum membahas lebih jauh, mungkin sebaiknya kita mendefinisikan kata sabar itu sendiri.
Ibnul Qayyim berkata: "Sabar adalah menahan jiwa dari berputus asa, meredam amarah yang bergejolak, mencegah lisan berkeluh-kesah, menahan anggota badan dari berbuat kemungkaran. Sabar merupakan akhlak mulia dari lubuk jiwa yang dapat mencegah degannya akan tegak dan baik segala perkara.."
Sabar adalah menahan jiwa dari berputus asa
Dapat kita renungkan bahwa sebetulnya kesabaran itu diperlukan pada setiap aktivitas kita...dalam keseharian kita...dalam seluruh waktu kita selama kita masih ada di dunia ini. Pada saat kita ditimpa suatu permasalahan hidup baik untuk urusan rumah tangga, pekerjaan maupun urusan dunia lainnya...bagaimana kita dapat menghadapinya dengan tidak berputus asa adalah cerminan dari sikap sabar. Jika memang sabar itu ada atau boleh ada batasnya, maka ada suatu musibah tertentu apabila sudah sedemikian hebatnya mengganggu fikiran dan kehidupan kita maka kita diperkenankan atau dimaklumi jika kita kemudian berputus asa..., apakah demikian??? Tentu bagi yang mengimani akan qodho dan qodhar..., hal tersebut sudah barang tentu tidak benar....Jadi tidak ada batas suatu masalah yang membolehkan kita berputus asa...
Meredam amarah yang bergejolak
Dalam keseharian kita, sering kali terjadi peristiwa yang membuat kita marah...marah karena dituduh sesuatu yang tidak benar, marah karena dikhianati oleh teman sendiri.., marah karena dicurigai oleh atasan...ataupun marah-marah lainnya yang disebabkan oleh perbuatan orang lain yang menurut kita sudah mendzholimi kita...dan membuat kita dimaklumi atau pantas untuk marah...?? Setelah marah...apa yang kemudian kita dapatkan...kepuasan??? tidak juga..., penghargaan?? pastinya tidak.., lalu apa?? Sesungguhnya hanya kesia-siaan yang kita dapatkan...
Islam memerintahkan kita untuk lebih banyak menahan amarah. Islam menganjurkan kita untuk saling memaafkan. Islam mengajak kita untuk menjauhi segala macam dendam dan kebencian. Bahkan lebih dari itu, Islam mengajarkan kita untuk membalas kejahatan dengan kebaikan. Ini adalah bukti bahwa islam adalah agama kasih sayang. Islam mengajarkan keadilan tanpa memanipulasi kebenaran dalam bentuk apa pun dan kepada siapa pun.
Al Imam Ahmad dan Abu Dawud rahimahullah meriwayatkan hadits dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian marah dalam keadaan berdiri duduklah, jika belum hilang maka berbaringlah.”
Dari hadits tersebut, dapat dikatakan bahwa sabar untuk menahan amarah diperintahkan dalam Islam...jadi tidak ada batas kesabaran untuk menahan amarah
Jadi...ternyata sabar itu tidak ada batasnya..., bukan hal yang mudah..., namun kita harus terus berusaha untuk mengamalkan sabar dalam keseharian kita...sabar dalam menghadapi semua cobaan.., sabar menghadapi pekerjaan yang tak kunjung selesai...sabar dalam menghadapi atasan, rekan kerja, suami, anak-anak , ataupun semua yang berhubungan dengan kita...Semoga Allah SWT memberi kemudahan bagi kita untuk senantiasa bersabar....Amiin Ya Allah.....
Sebelum membahas lebih jauh, mungkin sebaiknya kita mendefinisikan kata sabar itu sendiri.
Ibnul Qayyim berkata: "Sabar adalah menahan jiwa dari berputus asa, meredam amarah yang bergejolak, mencegah lisan berkeluh-kesah, menahan anggota badan dari berbuat kemungkaran. Sabar merupakan akhlak mulia dari lubuk jiwa yang dapat mencegah degannya akan tegak dan baik segala perkara.."
Sabar adalah menahan jiwa dari berputus asa
Dapat kita renungkan bahwa sebetulnya kesabaran itu diperlukan pada setiap aktivitas kita...dalam keseharian kita...dalam seluruh waktu kita selama kita masih ada di dunia ini. Pada saat kita ditimpa suatu permasalahan hidup baik untuk urusan rumah tangga, pekerjaan maupun urusan dunia lainnya...bagaimana kita dapat menghadapinya dengan tidak berputus asa adalah cerminan dari sikap sabar. Jika memang sabar itu ada atau boleh ada batasnya, maka ada suatu musibah tertentu apabila sudah sedemikian hebatnya mengganggu fikiran dan kehidupan kita maka kita diperkenankan atau dimaklumi jika kita kemudian berputus asa..., apakah demikian??? Tentu bagi yang mengimani akan qodho dan qodhar..., hal tersebut sudah barang tentu tidak benar....Jadi tidak ada batas suatu masalah yang membolehkan kita berputus asa...
Meredam amarah yang bergejolak
Dalam keseharian kita, sering kali terjadi peristiwa yang membuat kita marah...marah karena dituduh sesuatu yang tidak benar, marah karena dikhianati oleh teman sendiri.., marah karena dicurigai oleh atasan...ataupun marah-marah lainnya yang disebabkan oleh perbuatan orang lain yang menurut kita sudah mendzholimi kita...dan membuat kita dimaklumi atau pantas untuk marah...?? Setelah marah...apa yang kemudian kita dapatkan...kepuasan??? tidak juga..., penghargaan?? pastinya tidak.., lalu apa?? Sesungguhnya hanya kesia-siaan yang kita dapatkan...
Islam memerintahkan kita untuk lebih banyak menahan amarah. Islam menganjurkan kita untuk saling memaafkan. Islam mengajak kita untuk menjauhi segala macam dendam dan kebencian. Bahkan lebih dari itu, Islam mengajarkan kita untuk membalas kejahatan dengan kebaikan. Ini adalah bukti bahwa islam adalah agama kasih sayang. Islam mengajarkan keadilan tanpa memanipulasi kebenaran dalam bentuk apa pun dan kepada siapa pun.
Al Imam Ahmad dan Abu Dawud rahimahullah meriwayatkan hadits dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian marah dalam keadaan berdiri duduklah, jika belum hilang maka berbaringlah.”
Dari hadits tersebut, dapat dikatakan bahwa sabar untuk menahan amarah diperintahkan dalam Islam...jadi tidak ada batas kesabaran untuk menahan amarah
Jadi...ternyata sabar itu tidak ada batasnya..., bukan hal yang mudah..., namun kita harus terus berusaha untuk mengamalkan sabar dalam keseharian kita...sabar dalam menghadapi semua cobaan.., sabar menghadapi pekerjaan yang tak kunjung selesai...sabar dalam menghadapi atasan, rekan kerja, suami, anak-anak , ataupun semua yang berhubungan dengan kita...Semoga Allah SWT memberi kemudahan bagi kita untuk senantiasa bersabar....Amiin Ya Allah.....
Langganan:
Postingan (Atom)